seperti malam-malam sebelumnya, saya menunggu seonggok bis menuju arah selatan untuk bergegas pulang. lima menit.. sepuluh menit.. duapuluh menit.. ah kesabaran saya mulai diuji! dan selembar rupiah jingga pun kutukar botolan teh siap saji "smoga menenangkan," pikirku.
tiga anak tangga kutapaki, kemudian memilah kursi di deretan kelima. dengan kepala menengadah, pergelangan tangan menggapai air conditioner dan mengarahkannya tepat di atas ubun-ubun. tak butuh waktu lama, saya bersandar menatap luas ke luar jendela sembari menggumamkan 'feels like home' dalam hati, mengikuti rithem chantal kreviazuk yang terakomodasi melalui MPEG-1 audio layer 3 buatan paman sakura.. huff, akhirnya bisa rehat sejenak!
tiba-tiba terdengar suara mengudara lantang dari balik bangku biru, menjawab telepon dia rupanya. tipikal bariton itu saya prediksi milik pria sekira 30-40 tahun. "Halo?" kata itu diulangi 7x.. dan saya mulai merasa terganggu.. 11x, dan ini mulai sangat menyebalkan. ingin rasanya menjawab ptanyaan itu dengan, "Halo neraka, masihkah ada tempat untuknya singgah sejenak dan tidak menggangguku di sini!!" yahyahyah, andai saja bisa..
akhirnya si halo tak lagi terlontar, tapi kalimat lanjutan yang dimuntahkan dgn intonasi halusnya malah membuat saya smakin mual. "Kok blm tidur sih sayang?","tidur gih, udah malem nih!".. ajugile ni orang gatau aturan bgt sih, udh tua jg msh aja ababil *ABG labil*, kl mau lebay2an ga usah dibis kedap suara kya gini keq, annoying capslock tauuu.. dan klimaks kemurkaan tercapai dgn kalimat bodoh macam, "mas, udah makan blm?". heyloo.. i dont even care bout ur misdeed or somethin', but its 10 PM o'clock dude n i just wanna hibernate for a moment plissss!!! (hibernate tp sebentar, ahaha.. bloon!)
agh damned, 3 menit lagi msh brisik.. akan saia kebiri dia hidup-hidup!!
alih-alih ingin mengebiri, 3 menit kemudian saya malah menumpahkan air mata tanpa isaknya.. hmm, dan bonus rasa malu berkepanjangan krn silly think i've done a while ago!heu..
fluktuasi rasa 3 menit itu saya dapatkan hanya karena satu kata penjelas, "AYAH sayang bgt deh sama mas!!" Almighty.. ternyata dari tadi saya mendengarkan celotehan sayang dari seorang ayah pada jagoan kecilnya yang sulit tidur 'pagi' sebelum sang ayah bertengger di samping ranjang untuk sekedar memberinya cium hangat pengantar tidur. ternyata dari tadi saya merasa terganggu oleh perhatian tulus seorang ayah yang melebihi ilmuan kpd si'scirus.
saya merinding dengar kata 'sayang' yang bergemericik dari kerongkongan sang ayah berkali-kali.. entah asing dengan kata itu karena jarang skali meluncur dari ayah saya, atau memang saya benar-benar terhipnotis dengan keleluasaannya mengungkapkan rasa. saya kagum!!
saya memang lebih sering terisak ketika menonton seorang ibu kehilangan anaknya, ketimbang juliet yang kehilangan sang romeo. perjalanan little miss shunsine, I Am Sam, atau pay it forward jauh lebih bernyawa daripada kisah dramatis roman-roman picisan. bahkan yang membosankan seperti Le Grant Voyage masih bisa membuat saya merinding di klimaks cerita.
percakapan imajiner kembali dilanjutkan, kali ini sang ayah merajuk si jagoan dgn 'roti mahalnya'.
"mas jangan nakal yah, nanti ayah pulang bawa roti kesukaan mas lho... iya.. itu lho yang biasa ayah bawa, roti yang ayah beli di hotel, iya, yang mahal dong! bsk mas bawa bekel roti ya k skola?"
eheheu, agak janggal juga sih dgr kata 'mahal',ahaha.. tp tak sdikit pun pkiran picik kluar dari rongga otak kecil saya, yang ada hanyalah simpulan senyum yang merekah (masih dengan air mata). kemudian menguapkan pandangan, membayangkan rekam jejak diri. lalu tersenyum, lagi...
saya lahir dari kluarga yang menganggap komunikasi non-verbal jauh lebih bermakna ketimbang ungkapan lugas penuh muslihat,(intinya miskin ekspresi, kaya apresiasi *maksa*). kalau saya sakit, si ibu jarang skali memanjakan saya dgn kalimat2 penuh perhatian seperti, kamu sakit apa, kok bisa begini memang knapa? mau makan apa? kamu tiduran aja biar cepet sembuh!.. tapi dia lebih senang menyentuh dahi saya, kemudian bergegas mencari obat yang sekiranya saia butuhkan. atau sekedar membuatkan minuman hangat, dan bubur 'blender' siap saji. heu..
dan benar saja, memang hanya itu yang saya butuhkan. akhirnya saya tumbuh menjadi perempuan yang lebih suka melakukan sesuatu daripada mengatakan sesuatu pada orang lain (hanya pada hal-hal tertentu, benar-benar tertentu, heu). karena kebanyakan orang menerjemahkan sesuai dengan apa yang mereka inginkan...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar